Imam al-Ghazali. Akbar Media, May 1, 2008 - Religion - 478 pages. Ihya Ulumuddin lahir dari kegelisahan seorang ulama besar (Hujjatul Islam) al-Imam Abu Hamid al-Ghazali, betapa tidak, ilmu agama (ulumuddin) kala itu tidak lebih dari ā€œbaju usangā€ yang telah ditinggalkan banyak orang, kebanyakan mereka tergila-gila oleh kecantikan ilmu Imam Al-Ghazali atau nama sebenarnya ialah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Abu Hamid Al-Ghazali. Beliau dilahirkan pada tahun 450 Hijrah dan meninggal dunia pada tahun 505 Hijrah di negeri kelahirannya At-Thusi. Beliau digelar sebagai Hujjatul Islam. Banyak pesanan, kata-kata hikmah dan nasihat daripada beliau yang dapat kita ambil pengajaran untuk kehidupan kita. Walaupun sudah "Pada hari ini (Jumat) ada waktu yang mulia yang mana doa akan dikabulkan secara mutlak dan waktu tersebut disamarkan pada keseluruhan hari itu seperti halnya yang diungkapkan oleh Al-Imam Al-Ghazali dan selainnya." (Al-Alamah Abi Bakr bin Al-Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyati, Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz.2, hal. 63, Dar Al-Fikr). Di antara ulama kontemporer tersebut yaitu Muhammad al-Ghazali. Muhammad al-Ghazali menawarkan beberapa metode untuk memahami hadist Nabi Muhammad SAW. Metode pemahaman hadist dan implementasinya Berikut keutamaannya: Zikir "La ilaha Malikul Haqqul Mubin" dikenal sebagai amalan yang bisa mendatangkan rezeki. Cakupan rezeki sendiri sangatlah luas tidak terbatas pada materi. Bisa berupa makanan, waktu luang, kesehatan, kesempatan baik, dan lain-lain. Sebagai pembuka rezeki, zikir ini dianjurkan untuk dibaca setiap hari. BincangSyariah.Com – Dalam kitab Mujarrabat Al-Dairabi disebutkan bahwa Imam Al-Ghazali memiliki wirid harian yang beliau anjurkan untuk diamalkan. Menurut beliau, siapa saja yang mengamalkan wirid harian ini, maka hidupnya akan mendapatkan keberkahan dan dimudahkan untuk memperoleh ilmu. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa dalil-dalilnya, yakni : 1. Allah Ta’ala melarang wanita menampakkan kecantikannya kecuali pada suami dan mahramnya. ā€œDan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka.ā€ (An-NÅ«r Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa. Dari jiwa tersebut, timbul perbuatan-perbuatan yang dengan mudahnya tanpa melakukan pertimbangan pikiran dan Vvc0w1.