Bentukseni menurut media yang digunakan terbagi menjadi 3, yakni : Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran atau (audio art), misalnya seni musik,seni suara, dan seni sastra seperti puisi dan pantun. Seni yang dinikmati dengan media penglihatan (Visual art)) misalnya lukisan, poster,seni bangunan, seni gerak beladiri dan sebagainya.
Seniropa Me/ayu ia/ah perlje/maan unsur-unsur dari a/am semu/ajadi kepada sesuatu . bentuk karya seni rupa. Karya seni . itu. terhasil daripada penghayatan dan pemikiran . pencipta yang dije/makan me/a/ui impian, /a/u mencerminkan suasana harmoni di antara . manltsia dengan a/amnya.
Melestarikanseni tradisi dalam masyarakat moden. Luahan kebimbangan tentang masa depan seni persembahan tradisional terutama bangsa Melayu khususnya sudah lama dizahirkan oleh pelbagai pihak yang berkaitan. Ini termasuklah budayawan, ilmuan dan penggiat seni itu sendiri. Bahkan ada juga yang meletakkan sebab dari pengaruh penularan budaya
Perubahanbentuk pada corak dekoratif umumnya dibentuk dengan mempertimbangkan keindahan sehingga bentuk yang dihasilkan dapat memberikan keindahan (dekorasi) sesuai dengan yang diinginkan.Contoh seni rupa tradisi Nusantara yang bercorak dekoratif adalah ornamen (ragam hias), wayang kulit, dan lukisan tradisi Bali. Corak karya seni rupa tradisi
Pengaruhhindu dan budha di Indonesia dalam artikel ini kami bagi menjadi 9 bidang, yaitu pengaruh hindu budha dalam bidang agama, politik dan pemerintahan, pendidikan, bahasa dan sastra, kesenian, bangunan, patung dan arca, struktur masyarakat, dan sistem kalender dan penaggalan. Berikut ini penjelasan lengkapnya.
fajarkiyantaraStrategi produk adalah suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang dipasarkannya dan juga berhubungan pula dengan hal-hal lain atau atribut lain yang melekat pada produk tersebut. 0 votes Thanks 0. More Questions From This User See All.
PisangEpe. Pisang bakar yang dimakan dengan saus. Demikian ulasan kami tentang " Mengenal Kebudayaan Daerah Sulawesi Tenggara " yang dapat kami sampaikan. Artikel ini kami rangkum dari buku "Selayang Pandang Sulawesi Tenggara : M. Purwati". Baca juga artikel kebudayaan daerah di Indonesia lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Karyaseni rupa tiga deminsi, contohnya ukiran kayu, keramik, dan patung. Karya seni daerah bercorak tradisional, biasanya menggunakan motif yang bersifat turun-temurun atau selalu sama dengan sebelumnya. Daerah masyarakat pesisir pantai, biasanya akan lebih didominasi dengan bentuk seni rupa bermotif ikan, gelombang laut, karang, dan kapal.
ZT6u. - Seni rupa merupakan cabang seni yang bisa dilihat secara langsung menggunakan indra penglihatan dan dapat dirasakan menggunakan indra peraba. Indonesia memiliki ragam seni rupa daerah. Jenis seni rupa ini berbeda dengan seni rupa pada umumnya, karena mayoritas corak yang ditonjolkan dalam seni rupa daerah lebih bersifat tradisional. Ciri dan Fungsi Karya Seni Rupa Daerah Menurut Iwan Kuswidi dan Munnal Hani'ah dalam Tokcer Lolos Penilaian Ulangan Harian Kelas V SD/MI 2019, karya seni rupa daerah memiliki enam ciri-ciri, yaitu Karya seni rupa daerah bersifat kedaerahan Karya seni rupa daerah dipengaruhi oleh budaya serta sejarah suatu daerah Corak dalam karya seni rupa daerah dipengaruhi oleh kondisi geografis suatu daerah serta corak seni tradisional di masyarakat Umumnya corak yang digunakan mengandung unsur atau makna tertentu Umumnya dibuat dari bahan alam yang bisa didapat daerah sekitarnya Sering digunakan dalam upacara adat, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Karya seni rupa daerah memiliki dua fungsi, yakni fungsi individual serta fungsi sosial. Berikut penjelasannya Fungsi individual Karya seni rupa daerah berfungsi sebagai wadah ekspresi atau luapan emosi. Selain itu, seni rupa daerah juga dapat mencerminkan segala sesuatu yang berkaitan dengan jiwa atau perasaan seseorang. Baca juga Contoh Karya Seni Rupa Dua Dimensi Fungsi sosial Karya seni rupa daerah berfungsi sebagai Sarana pendidikanSeni rupa daerah membuat penikmatnya mempelajari sesuatu yang berkaitan seni rupa tersebut. Contohnya sejarah atau hal lainnya. Sarana hiburanSeni rupa daerah bisa menghibur penikmatnya. Contohnya setelah melihat karya seni rupa daerah, perasaan menjadi lebih gembira. Sarana komunikasiSeni rupa daerah juga bisa menjadi sarana komunikasi antara pembuatnya dengan penikmat karya seni tersebut. Contohnya tentang makna pesan yang ingin disampaikan oleh pembuat karya seni kepada penikmatnya. Sarana keagamaanSeni rupa daerah juga digunakan sebagai sarana keagamaan. Contohnya sebagai alat penunjang dalam ibadah atau menjalankan ritual. Pahatan berbentuk buaya dari suku kamoroRagam Karya Seni Rupa Daerah Ada tiga ragam karya seni rupa daerah di Indonesia, yakni seni pahat, seni lukis serta seni kriya. Berikut penjelasannya yang dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud Seni pahat Seni pahat merupakan ragam karya seni rupa daerah yang dibuat dengan teknik pahat. Umumnya seni pahat terbuat dari bahan dasar kayu dan batu. Seni pahat bisa dibuat dalam bentuk tiga dimensi serta dua dimensi. Contoh seni pahat tiga dimensi ialah patung. Sedangkan contoh seni pahat dua dimensi ialah relief pada dinding datar. Dalam pembuatan seni pahat tiga dimensi dan dua dimensi semuanya disesuaikan dengan corak seni serta corak tradisional yang dimiliki suatu daerah. Contoh karya seni pahat adalah patung yang dibuat Suku Asmat, Wayang Golek yang merupakan seni pahat kayu dari Jawa Barat, patung Palindo dari Sulawesi Tengah, relief dinding Candi Borobudur, dan patung Garuda Wisnu Kencana dari Bali. Seni lukis Seni lukis merupakan ragam karya seni rupa daerah yang berbentuk dua dimensi. Biasanya dibuat di atas kanvas. Contohnya lukisan Kamasan yang berasal dari Bali. DOK AMADEA RESORT & VILLAS I Putu Eka Hendra Jaya dan lukisan gaya Kamasan. Sama seperti seni pahat, dalam pembuatan seni lukis juga disesuaikan dengan corak atau gaya tradisional suatu daerah. Contoh lainnya adalah lukisan kaca dari Cirebon, lukisan leang-leang di Jawa Tengah dan lukisan karya Lampang dari Kalimantan. Seni kriya Seni kriya merupakan ragam karya seni rupa daerah yang biasanya dibuat dengan cara manual atau menggunakan tangan. Namun, juga bisa dilakukan dengan bantuan mesin. MAKUR Kain tenun Congkar, Desa Ranakulan, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis, 3/12/2020. MAKUR Contoh seni kriya adalah penggambaran motif batik pada kain serta pembuatan seni tenun songket. Songket dibuat di berbagai daerah di Indonesia mulai dari Aceh, Palembang, dan Padang. Contoh lainnya adalah wayang kulit dari Yogyakarta, topeng barong dari Bali, tenun adat dari NTT, Batik Pring Sedapur dari Magetan serta Batik Priangan dari Tasikmalaya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Lanjut ke konten Karya seni rupa tradisi, modern atau kontemporer, baik yang ada di Nusantara maupun di Mancanegara sebagian besar bercorak realis, dekoratif, dan ekspresif. Karya seni rupa Nusantara memiliki fungsi yang sama dengan karya seni mancanegara diantaranya berfungsi sebagai media berekspresi, sebagai benda hias, kritik sosial, atau Mengabadikan sesuatu. Persamaan Corak dan fungsi Seni Rupa Murni Tradisi, Modern, dan Kontemporer di Nusantara dan Mancanegara Corak lukisan dari jaman prasejarah juga ditemukan di dinding gua di Spanyol dan Perancis. Bentuk dan corak lukisannya mirip dengan bentuk lukisan yang ada di Gua Leang- leang Sulawesi Selatan yaitu bentuk sederhana dan corak seni rupa Nusatara dan Mancanegara adalah corak realis, naturalis, dekoratif, abstrak. Selain itu persamaan fungsi seni rupa Nusantara dan mancanegara sebagai media ekspresi, alat upacara ritual, sebagai alat pemujaan dan kritik . 2. Perbedaan Corak dan Fungsi Seni Rupa Murni Tradisi, Modern, dan Kontemporer di Nusantara dan Mancanegara Persamaan corak seni rupa Nusantara dan mancanegara adalah corak realis, dekoratif danm ekspresif. Meskipun sama tetapi memiliki perbedaan sebagai contoh lukisan karya Affandi Indonesia yang bercorak ekspresif tidak sama dengan lukisan karya Van Gogh Belanda. Meskipun keduanya bercorak sama tetapi bentuk visualnya menyangkut garis, warna tekstur tidak sama. Hal ini dipengaruhi oleh karakter masing- masing seniman yang berbeda. Karya seni kontemporer yang diciptakan oleh para seniman Indonesia tidak sama dengan karya seni kontemporer mancanegara , meskipun temanya diangkat dalam berkarya sama. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain konsep karya, media yang dipakai, teknik penciptaan, tema atau sumber penciptaan. Sebuah karya seni rupa tidak selalu sama fungsinya di setiap negara. Karya-karya seni rupa tradisional yang ada di Indonesia dianggap keramat karena sebagai benda persembahan atau denda simbolik, tetapi di mancanegara benda tersebut berfungsi sebagai benda hiasan atau souvenir. Sebagai contoh keris di Jawa sebagai benda keramat tetapi sekarang keris dipakai sebagai cinderamata oleh wisatawan mancanegara.
Seni rupa tradisional adalah seni rupa yang berlandaskan sikap atau cara berpikir dan bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma, filsafat, adat kebiasaan yang telah dan masih ada dari masa ke masa karena terus dipertahankan secara turun-temurun. Untuk mengetahui pengertian lebih dalam dari tradisional, maka kita harus mengetahui istilah tradisional itu seniri. Istilah tradisional merupakan turunan dari kata tradisi. Tradisi sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai “adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan oleh masyarakat, yang berangkat dari penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan yang paling baik dan benar” KBBI, 2005, hlm. 1208. Pengertian tradisi di atas sangat berkenaan dengan seni tradisional. Hal itu karena seni tradisional masih sangat terikat pada berbagai aturan dan pakem yang masih sangat ketat dan absolut berdasarkan adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang. Bahkan seni tradisional biasanya masih bersifat spiritual dan relijius. Beberapa prinsip-prinsip karya seni tradisional sering dikaitkan dengan kepercayaan dan legenda sekitar. Meskipun begitu, terkadang kebudayaan setempat juga akan terpengaruhi oleh budaya luar. Terutama budaya luar yang sudah lebih mapan. Namun demikian, seni rupa tradisional tidak akan dapat dilepaskan dari kearifan budaya lokalnya sendiri. Sehingga berbagai daerah biasanya memiliki karya seni rupa tradisional yang unik dan berbeda dari daerah lain. Meskipun terkadang beberapa daerah dan budaya yang berdekatan juga saling mempengaruhi dan terdapat tradisi yang mirip. Pada akhirnya hukum intertekstual kemiripan dan campuran teks antar karya juga turut membentuk watak budaya setempat. Dengan demikian seni tradisional juga erat kaitannya dengan khazanah lokal budayanya. Khazanah loka budaya sangat erat kaitannya dengan local genius. Local Genius Dalam perspektif arkeologi, khazanah tradisi dan budaya lokal kerap diistilahkan sebagai local genius Koentjaraningrat, dalam Ayatrohaedi, 1986, Konsep local genius pertama kali dikemukakan oleh arkeolog quaritch Wales dalam tulisannya berjudul “The Making of Greater India A Study in South-East Asia Culture Change. Menurut Wales dalam Poespowardojo, 1986, hlm. 30 Local genius adalah, “the sum of the cultural characteristic which the vast majority of a people have in common as a result of their experience in early life”. Artinya, local genius adalah keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki bersama oleh suatu masyarakat sebagai hasil dari pengalaman mereka di masa lalu. Local genius merupakan manifestasi dari kepribadian masyarakat, tercermin dalam orientasi yang menunjukkan pandangan hidup dan norma lain. Kedudukan local genius sentral, karena merupakan kekuatan yang mampu bertahan terhadap unsur-unsur yang datang dari luar. Local genius juga mampu berkembang untuk masa-masa mendatang. Hilangnya local genius berarti memudarnya juga kepribadian suatu masyrakat. Karena itu penting sekali adanya usaha pemupukan dan pengembangan local genius. Meskipun demikian hubungan suatu masyarakat dengan masyarakat lain bangsa lain akan membuka terjadinya proses akulturasi, yaitu masing-masing masyarakat yang berbeda saling memberi dan menerima pengaruh. Tidak jarang juga proses akulturasi tersebut mendatangkan dominasi kebudayaan asing, yang mengancam hilangnya local genius. Ciri-ciri Seni Rupa Tradisional Setelah menelusuri makna dan definisi dari seni rupa tradisional kita dapat menarik beberapa kesimpulan yang dapat digunakan untuk menentukan ciri-ciri dari seni tradisional. Sehingga kita dapat memastikan apa saja yang termasuk pada seni tradisional. Ciri-ciri tersebut adalah Seni rupa tradisional terbentuk berdasarkan pada lingkungan dan budaya setempat yang menunjangnya Cerminan dari suatu budaya yang disesuaikan dengan berbagai sistem sosial dan budaya yang terbentuk oleh masyarakatnya. Seni tradisional adalah ciri khas dari masyarakat yang menjadi pembeda dari lingkungan budaya lain. Karya seni diciptakan berdasarkan norma, filosofi dan adat kebiasaan yang ada dari masa ke masa dan dipertahankan secara turun-menurun. Seni tradisional bersifat cenderung statis, karena terikat pada aturan dan pakem yang ketat dari norma dan budaya lokal tempat seni tersebut terbentuk. Seni Rupa Tradisional Indonesia Seni Rupa Tradisional Indonesia dipengaruhi oleh Moyang yang berasal dari Sungai Brahmaputra, yaitu sungai yang menembus batas Tiongkok, India dan Bangladesh. Kedatangan moyang Indonesia terjadi melalui dua gelombang 2000 SM Mesolitikum hingga ke 500 SM Zaman Perunggu. Kemudian berdatangan juga bangsa Austronesia yang telah mempunyai kebudayaan tempat tinggal dan bercocok tanam Neolitikum. Tampak jelas bahwa pengaruh moyang Indonesia sangatlah beragam dan kaya. Datang dari pelbagai belahan duni, sehingga akan banyak menciptakan ragam budaya yang berbeda-beda. Pada awalnya seni digunakan sebagai perwujudan ritual magis, bersifat simbolik. Masyarakat Nusantara mulai mengenal pemujaan punden berundak2 sebagai Local Genius bangsa Indonesia. Setelahnya beragam pengaruh lain juga bedatangan. Untuk mengetahui bagaimana proses budaya tersebut berlangsung, kita harus sedikit menggali mengenai sejarah seni rupa Indonesia pada masa prasejarah. Sejarah Seni Rupa Tradisional Indonesia Bagaimana dengan seni rupa tradisional di Indonesia? Perkembangan seni rupa tradisional Indonesia dimulai sejak zaman prasejarah. Zaman prasejarah Indonesia meninggalkan beberapa karya seni rupa yang bersifat tradisional seperti gelang, kalung, tembikar hingga ke lukisan di dinding gua. Lukisan gua tersebut ditemukan di gua leang-leang sulawesi. Lukisan tersebut berupa jiplakan telapak tangan pada dinding gua. Selain itu di gua Sulawesi Selatan terdapat juga lukisan mengenai orang yang berlayar di lautan. Pada zaman logam 500 SM juga terdapat pelbagai peninggalan seni tradisional, seperti genderang perunggu, bejana dan beragam perhiasan yang terbuat dari logam. Selain itu banyak juga ditemukan alat-alat pertanian hingga ke perlengkapan upacara adat. Lukisan prasejarah di Gua Sulawesi Orang sedang berlayar di laut. Gambar diperoleh melalui “Seni Rupa Indonesia dalam Masa Prasejarah”, Soedarso Hindu-Budha juga meninggalkan banyak peninggalan karya seni tradisional. Beragam prasasti banyak ditinggalkan oleh kerajaan-kerajaan pada masa itu. Seperti prasasti ciaruteun Kerajaan Tarumanegara, prasasti kedukan bukit Kerajaan Sriwijaya, prasasti canggal Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan pada masa ini juga meninggalkan banyak Candi yang dibangun untuk tujuan hiasan, kuburan, spiritual semedi, hingga ke tempat pemandian. Setelah masa itu Nusantara memasuki zaman Islam. Seperti zaman Hindu-Budha, zaman Islam juga meninggalkan banyak peninggalan karya seni rupa yang cukup beragam. Seperti seni hias, kaligrafi, wayang, hingga ke kain batik. Zaman Islam juga meninggalkan berbagai arsitektur yang cukup megah seperti Masjid. Beragam kebudayaan seni rupa tradisional di zaman ini masih banyak ditemukan hingga sekarang. Bukan hanya masih ada keberadaannya, namun juga masih dipertahankan budayanya. Sifat-Sifat Umum Seni Rupa Tradisional Indonesia Karya-karya seni tradisional ini umumnya masih dipertahankan di lingkungan masyarakat yang masih memegang kuat norma dan adat istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Tapi umumnya fungsi dari benda-benda seni tersebut berubah. Semula berfungsi sebagai benda pusaka, kini menjadi benda hias atau cindera mata. Perubahan sistem sosial dan budaya masyarakat telah mempengaruhi fungsi benda-benda tersebut. Berikut adalah sifat-sifat umum seni rupa tradisional Indonesia Bersifat Progresif karena adanya kebudayaan maritim. Kesenian Indonesia sering dipengaruhi budaya luar yang kemudian di padukan dan dikembangkan sehingga memiliki ciri khas bangsa Indonesia. Bersifat Tradisional atau statis. Kebudayaan agraris di nusantara mengarahkan sistem kesenian yang berpegang pada suatu kaidah yang turun temurun. Seperti bagaimana masyarakat agraris umumnya yang akan terus mewariskan pengetahuannya dalam bercocok tanam. Bersifat Beragam Kebinekaan. Indonesia terdiri dari banyak daerah dan pulau dengan keadaan lingkungan dan alam yang berbeda, sehingga menciptakan ungkapan seni yang beraneka ragam juga. Bersifat Kerajinan, karena kekayaan alam Indonesia yang menghasilkan pelbagai bahan alami untuk membuat kerajinan. Bersifat Non Realis karena latar belakang kepercayaan yang murni dan primitif berpengaruh pada ungkapan-ungkapan seni yang bersifat simbolis / perlambangan. Contoh Seni Rupa Tradisional Indonesia Melalui sejarah singkat mengenai sejarah seni rupa tradisional Indonesia, kita dapat mengetahui ragam contoh seni rupa tradisional Indonesia yang masih ada hingga sekarang. Banyak sekali benda-benda kriya yang tersebar dikepulauan Indonesia. Bentuk, bahan dan cara pembuatannya hingga saat ini tidak mengalami perubahan yang signifikan. Berikut ini adalah beberapa contoh sei rupa tradisional Indonesia Kain Batik Kain batik, contoh seni rupa tradisional indonesia, gambar diperoleh melalui Wayang Golek Wayang Golek, contoh seni tradisional Indonesia. foto oleh Kain Songket Kain songket, contoh seni rupa tradisional Indonesia. Keris Keris, contoh seni tradisional Indonesia. Kujang Berbagai Arsitektur Rumah Daerah Berbagai Ukiran pada Mebel dan Rumah Daerah Seni Rupa Tradisional dan Modern Masuknya kolonialisme barat penjajahan bangsa Eropa ke Nusantara dan berkembangnya seni rupa Modern di Eropa memberi pengaruh besar pada Seni rupa tradisional Indonesia. Karya-karya seni rupa Nusantara di luar kategori karya yang menggunakan konsep Modern tentunya otomatis dikategorikan sebagai karya seni tradisional. Namun terkadang pengategorian tersebut dalam pandangan yang sempit seringkali digunakan untuk menunjukkan karya seni rupa yang bermutu tinggi modern dengan karya yang bermutu rendah tradisional. Pengaruh kolonialisme Barat yang lama di Nusantara menyebabkan pandangan semacam itu terus menyelimuti pemikiran masyarakat Indonesia. Masyarakat modern terkadang memandang karya-karya seni tradisional lebih rendah dari karya seni lukis tinggi modern. Hal itu tidak terlepas dari pandangan sebagian masyarakat yang memandang modern identik dengan kemajuan dan perkembangan. Sedangkan yang tradisional identik dengan kuno atau ketinggalan jaman. Sikap dan cara mengapresiasi yang keliru tersebut seringkali menyebabkan karya-karya seni rupa tradisional ditinggalkan. Padahal karya-karya seni rupa tradisional memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan atau menjadi gagasan dalam berkarya. Apresiasi yang tepat dapat menghasilkan inovasi karya-karya seni rupa baru yang memiliki ciri khas Indonesia dan tidak dapat ditemukan lagi di negara lain. Penutup Karya seni rupa tradisional adalah karya yang telah dinikmati dari masa ke masa. Sehingga terdapat beberapa prinsip yang absolut dan tidak dapat diubah jika kita ingin membuat karya tradisional. Banyak pihak yang akan kecewa jika kita tidak akurat dalam iterasi esensi nilai tradisinya. Bahkan jika kita hanya akan mengambil gagasan umumnya saja, misalnya membuat karya seni kontemporer yang meminjam khazanah nilai tradisional. Selami dengan dalam terlebih dahulu nilai murni dari seni tradisional, baru coba gunakan gagasannya. Penggemar serabi tradisional akan kecewa pada serabi yang tidak memiliki bagian gosong. Seperti pizza purist yang juga kecewa pada pizza yang tidak sedikit gosong karena penggunaan oven modern. Namun seni kuliner modern telah menyerap sains dan sistem generasi barunya. Berdasarkan salah satu penelitian kanker, Karbohidrat yang gosong akan memuat lebih banyak karsinogen. Karsinogen tersebut di duga menjadi salah satu penyebab pertumbuhan sel kanker. Persoalan tersebut tidak berhenti disana saja. Penelitian soal penyebab kanker sendiri sebetulnya masih menjadi misteri besar. Belum ada yang benar-benar mengerti dan paham penyebab pastinya. Berbagai penelitian yang ada sekarang belum mampu benar-benar memastikan penyebabnya, termasuk penelitian mengenai karsinogen. Seperti persoalan diatas, tidak jarang juga sejarah yang menjadi salah satu sumber utama pengetahuan dari seni rupa tradisional mencatat informasi yang keliru. Tidak menutup kemungkinan juga informasi dapat direkayasa oleh pihak yang unggul pada masanya. Hingga bidang studi sejarah selalu menggunakan studi komparatif lintas disiplin ilmu untuk memastikan akurasi sumbernya. Referensi Prof Dr. Kusumaadmaja dkk. 1990-1991. Perjalanan Seni Rupa Indonesia, Dari jaman prasejarah hingga kini. Penerbit Pameran KIAS R. Sukmono. 1990. Pengantar Kebudayaan I. Penerbit Kanisius Ayatrohaedi. 1986. Keperibadian Budaya Bangsa Local Genius. Jakarta Pustaka Jaya